MIKROTIK ROUTEROS

Mengenal Fitur Wireless yang Tersedia di MikroTik
Konfigurasi dan pengoptimalan jaringan nirkabel dengan RouterOS
Informasi Penulis
Penulis: Jovian Ekasakta
Guru: Arief Wahyudin
Kelas: XI TJKT 03
Sekolah: Dwija Bhakti 01 Jombang

1. PROTOKOL DAN MODE WIRELESS

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3
SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3

Protokol Wireless di MikroTik

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), RouterOS wireless complies dengan standar IEEE 802.11, menyediakan dukungan lengkap untuk 802.11a, 802.11b, 802.11g, 802.11n, dan 802.11ac serta dilengkapi dengan fitur tambahan seperti WPA, WEP, AES encryption, Wireless Distribution System (WDS), Dynamic Frequency Selection (DFS), Virtual Access Point, dan protokol proprietary Nstreme dan NV2.

Dari sumber MikroTik Wiki (2023), MikroTik telah mengembangkan protokol wireless berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) yang disebut NV2 (Nstreme version 2). TDMA adalah metode akses kanal untuk jaringan berbagi medium yang memungkinkan beberapa pengguna untuk berbagi frekuensi yang sama dengan membagi sinyal ke dalam slot waktu yang berbeda.

/interface wireless print
# Menampilkan semua interface wireless yang tersedia pada perangkat
Flags: X - disabled, R - running
# NAME MTU MAC-ADDRESS ARP WIRELESS-PROTOCOL
0 R wlan1 1500 E4:8D:8C:XX:XX:XX enabled 802.11
1 X wlan2 1500 E4:8D:8C:XX:XX:XX enabled nv2

Untuk mengatur protokol wireless pada interface:

/interface wireless set wlan1 wireless-protocol=nv2
# Mengubah protokol wireless menjadi NV2 pada interface wlan1

Dari sumber MikroTik Interface Documentation (2024), protokol NV2 memiliki batas maksimal 511 klien dan sangat cocok untuk jaringan Point-to-Multipoint (PtMP). Penggunaan protokol NV2 memberikan performa yang lebih baik daripada protokol 802.11 standar pada lingkungan dengan banyak klien.

Mode Operasi Wireless

Dari sumber MikroTik Wireless Station Modes (2024), wireless di RouterOS dapat beroperasi dalam beberapa mode, termasuk client (station), access point, wireless bridge, dan sebagainya. Mode station juga memiliki beberapa variasi yang berbeda untuk kebutuhan specific.

Dari sumber NetworkLessons (2023), pemilihan mode station yang tepat sangat penting untuk fungsi bridging dan forwarding paket data. Mode station-bridge dan station-wds adalah pilihan yang lebih baik untuk layer 2 bridging daripada mode station-pseudobridge.

/interface wireless set wlan1 mode=ap-bridge
# Mengatur wlan1 sebagai Access Point dengan mode bridge
/interface wireless set wlan2 mode=station-bridge
# Mengatur wlan2 sebagai Station dengan dukungan L2 bridging

Untuk melihat status koneksi wireless:

/interface wireless monitor wlan2
# Memonitor status koneksi pada interface wlan2
status: connected-to-ess
ssid: MikroTik-AP
band: 5ghz-a/n/ac
frequency: 5180
channel-width: 20/40/80mhz-Ceee
signal-strength: -65dBm@MCS7
tx-ccq: 100%
rx-ccq: 98%
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa MikroTik RouterOS menyediakan berbagai protokol wireless mulai dari standar IEEE 802.11 hingga protokol proprietary seperti NV2 yang berbasis TDMA. Pemilihan protokol dan mode operasi yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan performa jaringan wireless sesuai dengan kebutuhan spesifik, baik untuk akses point, station, maupun wireless bridge.

2. FITUR SECURITY WIRELESS

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3

Security Profiles dan Enkripsi

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), keamanan jaringan wireless adalah aspek penting yang harus diperhatikan. RouterOS menyediakan fitur security profile yang memungkinkan administrator untuk mengonfigurasi metode autentikasi dan enkripsi yang digunakan pada jaringan wireless, termasuk WPA2-PSK, WPA3-PSK, dan OWE (Opportunistic Wireless Encryption).

Dari sumber IT Orakul (2025), MikroTik mengimplementasikan perlindungan frame manajemen berbasis algoritma proprietary yang menggunakan shared secret. Perlindungan ini memungkinkan perangkat RouterOS untuk memverifikasi sumber frame manajemen dan mengonfirmasi bahwa frame tersebut bukan berbahaya, yang membantu menangkal serangan deautentikasi dan disasosiasi.

/interface wireless security-profiles
# Masuk ke menu security-profiles
add name="secure-profile" authentication-types=wpa2-psk,wpa3-psk mode=dynamic-keys \
wpa2-pre-shared-key="StrongPassword123!" wpa3-pre-shared-key="StrongPassword123!" \
management-protection=required management-protection-key="ProtectionKey"

Untuk menerapkan security profile ke interface wireless:

/interface wireless set wlan1 security-profile=secure-profile
# Menerapkan security profile yang telah dibuat ke interface wlan1

Dari sumber IT Orakul (2025), penggunaan WPA3 sangat direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan jaringan wireless. Pastikan untuk selalu menggunakan password yang kuat (minimal 12 karakter, kombinasi huruf, angka, dan simbol) dan mengaktifkan fitur management-protection untuk melindungi dari serangan deautentikasi.

Access List dan Kontrol Akses

Dari sumber MikroTik RouterOS (2024), access list menyediakan berbagai cara untuk memfilter dan mengelola koneksi wireless. RouterOS akan memeriksa setiap koneksi baru untuk melihat apakah parameternya cocok dengan parameter yang ditentukan dalam aturan access list. Aturan diperiksa sesuai urutan yang muncul dalam daftar.

Dari sumber NetworkWorld (2023), access list sangat berguna untuk membatasi akses berdasarkan MAC address, waktu, dan kekuatan sinyal. Hal ini memungkinkan administrator untuk menerapkan kebijakan keamanan yang lebih granular pada jaringan wireless.

/interface wireless access-list
# Masuk ke menu access-list
add mac-address=AA:BB:CC:DD:EE:FF interface=wlan1 authentication=yes forwarding=yes comment="Staff Device"
# Mengizinkan device dengan MAC tertentu
add mac-address=FF:EE:DD:CC:BB:AA interface=wlan1 authentication=no comment="Blocked Device"
# Memblokir device dengan MAC tertentu
add interface=wlan1 signal-range=-90..-60 time=8h-17h,mon,tue,wed,thu,fri authentication=yes comment="Working Hours"
# Mengizinkan koneksi berdasarkan kekuatan sinyal dan jam kerja

Untuk mengaktifkan default authenticate dan forward:

/interface wireless set wlan1 default-authentication=yes default-forwarding=yes
# Mengizinkan autentikasi dan forwarding default untuk semua klien yang tidak tercantum dalam access-list
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa MikroTik RouterOS menawarkan fitur keamanan wireless yang komprehensif melalui security profiles dan access list. Security profiles memungkinkan penerapan enkripsi dan autentikasi yang kuat seperti WPA2/WPA3, sementara access list menyediakan kontrol akses yang granular berdasarkan MAC address, waktu, dan kekuatan sinyal. Kombinasi kedua fitur ini membuat jaringan wireless MikroTik menjadi sangat aman dan fleksibel.

3. CAPsMAN (CONTROLLED ACCESS POINT MANAGER)

SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3
SERVICE IP pada MikroTik RouterOS
Tampilan topologi di gns3

Pengertian dan Manfaat CAPsMAN

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), Controlled Access Point system Manager (CAPsMAN) memungkinkan penerapan pengaturan wireless ke beberapa perangkat MikroTik AP dari satu antarmuka konfigurasi pusat. Lebih spesifik, CAPsMAN memungkinkan sentralisasi manajemen jaringan wireless dan, jika diperlukan, pemrosesan data.

Dari sumber Mikrotik Users (2023), CAPsMAN adalah fitur dalam MikroTik RouterOS yang memungkinkan Anda untuk memusatkan manajemen dan konfigurasi beberapa access point wireless MikroTik dari satu titik, yang dikenal sebagai pengontrol CAPsMAN. Dengan CAPsMAN, Anda dapat mengonfigurasi dan mengelola jaringan wireless secara lebih efisien, terutama dalam skenario di mana Anda memiliki beberapa access point yang tersebar di suatu area.

Dari sumber MikroTik Forum (2023), perlu diperhatikan bahwa perangkat dengan WiFiWave2 (RouterOS v7+) memerlukan CAPsMAN versi 2 yang tidak kompatibel dengan CAPsMAN versi 1. Ini berarti Anda mungkin memerlukan dua pengontrol CAPsMAN terpisah dalam lingkungan campuran dengan perangkat RouterOS versi lama dan baru.

Konfigurasi CAPsMAN Server

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk mengonfigurasi CAPsMAN server, pertama-tama Anda perlu membuat template konfigurasi yang nantinya akan diterapkan ke perangkat CAP (Controlled Access Point). Template ini mencakup pengaturan seperti SSID, keamanan, negara, dan parameter lainnya.

Dari sumber MikroTik Wiki (2022), implementasi CAPsMAN dapat dilakukan baik dengan perangkat yang memiliki interface wireless maupun yang tidak. Yang terpenting adalah RouterOS memiliki paket "wireless" yang terinstal.

# Mengaktifkan CAPsMAN server
/caps-man manager
set enabled=yes
# Membuat security profile untuk CAPsMAN
/caps-man security
add name="main-security" authentication-types=wpa2-psk encryption=aes-ccm \
passphrase="StrongPassword123!"
# Membuat konfigurasi channel
/caps-man channel
add name="channel-2ghz" band=2ghz-b/g/n width=20/40mhz-Ce frequency=2442
# Membuat configuration profile
/caps-man configuration
add name="main-config" mode=ap channel="channel-2ghz" security="main-security" \
ssid="MikroTik-Network" country="Indonesia"
# Membuat aturan provisioning
/caps-man provisioning
add action=create-dynamic-enabled master-configuration="main-config"

Konfigurasi CAP (Controlled Access Point)

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), CAP (Controlled Access Point) hanya memerlukan konfigurasi minimal untuk terhubung ke CAPsMAN. Setelah terhubung, semua pengaturan akan ditangani oleh CAPsMAN server.

Dari sumber MikroTik Wiki (2022), ada beberapa cara untuk mengaktifkan CAP mode pada perangkat MikroTik, termasuk melalui tombol reset saat boot atau melalui konfigurasi manual.

# Konfigurasi dasar pada CAP device
# Membuat bridge untuk interface Ethernet
/interface bridge
add name="bridge1"
/interface bridge port
add bridge="bridge1" interface=ether1
# Mengaktifkan CAP mode
/caps-man cap
set enabled=yes interfaces=wlan1 discovery-interfaces=bridge1

Untuk melihat status CAP yang terhubung ke CAPsMAN:

/caps-man remote-cap print
# Menampilkan daftar CAP yang terhubung ke CAPsMAN
Flags: R - running, D - dynamic
# IDENTITY RADIO-MAC STATE REMOTE-CAP-ADDRESS
0 RD office-cap1 E4:8D:8C:XX:XX:XX run-cmi 192.168.88.2
1 RD office-cap2 E4:8D:8C:YY:YY:YY run-cmi 192.168.88.3

Untuk melihat klien yang terhubung ke jaringan CAPsMAN:

/caps-man registration-table print
# Menampilkan daftar klien yang terdaftar
# INTERFACE MAC-ADDRESS SSID UPTIME
0 office-cap1 AA:BB:CC:XX:XX:XX MikroTik-Network 3h24m12s
1 office-cap2 FF:EE:DD:YY:YY:YY MikroTik-Network 42m35s
Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa CAPsMAN adalah fitur yang sangat berguna untuk mengelola jaringan wireless MikroTik yang terdiri dari banyak access point. Dengan CAPsMAN, administrator dapat mengonfigurasi dan mengelola semua AP dari satu lokasi pusat, menyederhanakan tugas administrasi dan memastikan konsistensi dalam pengaturan jaringan. Perlu diperhatikan perbedaan antara CAPsMAN v1 dan v2 untuk kompatibilitas dengan perangkat RouterOS versi lama dan baru.

DAFTAR PUSTAKA